MODEL PENGELOMPOKAN DATA PENJUALAN RITEL UNTUK EFISIENSI MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS
DOI:
https://doi.org/10.58660/cer.v4i1.88Keywords:
First K-Means Clustering, Second Pengelompokan Data, Third Efisiensi, Fourth Data PenjulananAbstract
Dalam era digital, pengelolaan data penjualan yang kompleks menjadi tantangan bagi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan strategi bisnis. Penelitian ini menerapkan K-Means Clustering untuk mengelompokkan data penjualan guna mengidentifikasi pola pembelian pelanggan. Metode yang digunakan mengikuti framework CRISP-DM, mencakup pemahaman bisnis, eksplorasi data, persiapan, pemodelan, evaluasi, dan implementasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa data penjualan terbagi ke dalam lima klaster dengan karakteristik berbeda: Klaster 0 (278 item), Klaster 1 (226 item), Klaster 2 (150 item), Klaster 3 (156 item), dan Klaster 4 (190 item). Klaster 4 memiliki homogenitas tertinggi dengan nilai Silhouette Score 29.067, menjadikannya klaster terbaik dalam analisis ini. Evaluasi menggunakan Davies-Bouldin Index (0.994) menunjukkan pemisahan klaster yang optimal. Model ini membantu optimalisasi stok, strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran, dan efisiensi distribusi, sehingga meningkatkan daya saing bisnis.