PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN SKETSA BERBASIS MEDIA FLIPBOOK DI SMK IBNU KHALDUN
DOI:
https://doi.org/10.58660/e3bfxc31Keywords:
Media Pembelajaran, Media Flipbook, Research & DevelopmentAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah Media Pembelajaran berbasis Media flipbook. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan angket. sampel yang digunakan dalam penelititan ini kelas X Animasi SMK Ibnu Khaldun berjumlah 27 siswa.
Pengembangan sesuai dengan tahapan pengembangan model ADDIE yaitu Analysis, Development, Design, Implementation, Evaluation. Anlisis uji validitas penelitian ini menggunakan uji black-box, uji usability.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa, Menggunakan CorelDraw, buat sumber instruksional berdasarkan flipbook. Proses pembuatan media pembelajaran berbasis flipbook meliputi sepuluh langkah, mengkaji potensi dan permasalahan lapangan, mengumpulkan informasi, merancang produk, memvalidasi desain, menyempurnakan desain, menguji produk, menguji kegunaannya, menilai, dan menarik kesimpulan. Pada penelitian ini sampai tahap uji usability dengan responden 27 siswa. Pada media pembelajaran berbasis flipbook ini terdapat video tutorial teknik dasar mengarsir agar siswa mampu mempraktekannya, dan juga memiliki kuis teraktif yang di kembangkan untuk siswa SMK kelas X supaya siswa tidak lagi merasa bosan dengan gaya belajar yang monoton dengan media pembelajaran konvensional. Media pembelajaran ini dapat digunakan pada Handphone, Komputer, ataupun Laptop. Kelayakan media pembelajaran berbasis flipbook ini mendapat presentase dari ahli media dari Institut Prima Bangsa Cirebon sebesar 85% dengan kriteria “layak” dan ahli mdia dari guru sketsa SMK Ibnu Khaldun sebesar 83,3% dengan kriteria “layak” sedangkan presentase ahli materi dari Institut Prima Bangsa Cirebon sebesar 81,6% dalam kriteria “layak” sedangkan dari ahli materi guru sketsa SMK Ibnu Khaldun sebesar 80% dengan kriteria “layak”, serta rata-rata dalam uji usability mendapatkan presentase sebesar 95,6% dengan kategori “sangat layak”.






